Wika Realty, Masih Yang Paling Leading

Wika Realty, Masih Yang Paling Leading

Proyek terintegrasi jalur transportasi massal atau transit oriented development (TOD) menjadi fokus baru perseroan.

PT Wika Realty, anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (Wika), masih menjadi BUMN properti yang paling leading hingga saat ini. Terbilang paling awal serius menekuni bisnis properti dengan positioning dan orientasi yang jelas (kelas menengah), proyek paling banyak, tersebar di banyak kota dan paling beragam, mulai dari perumahan tapak sampai area komersial dan hotel, punya ciri khas, serta dikembangkan dengan kalkulasi terukur. Kalau 2010 penjualannya baru Rp330 miliar, tahun ini (marketing sales) ditargetkan Rp3,2 triliun atau meningkat 10 kali lipat dalam tujuh tahun.

Karena belum go public, kapitalisasi pasar Wika Realty belum diketahui persis, tapi diperkirakan tidak kurang dari Rp20 triliun atau paling besar di antara seluruh BUMN properti. Apalagi, perseroan juga tak kalah ofensif melansir proyek baru. “Kami akan melepas proyek baru senilai total Rp3,7 triliun tahun ini. Sekarang dalam tahap pemasaran. Pengembangan fisik kita tunggu (respon) market,” kata Imam Sudiyono, Direktur Utama Wika Realty.

Di antara proyek itu yang terbesar kota baru Tegalluar City (430 ha) di Tegalluar, Bandung, yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat Jakarta–Bandung, dan proyek terpadu seluas 6 ha di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, yang terintegrasi dengan jalur kereta ringan (LRT ) Cawang–Dukuh Atas. Proyek lain perumahan Tamansari Sepinggan (15 ha), proyek terpadu Tamansari Sentral di Benhil (Jakarta Pusat), apartemen Tamansari Skylounge Balikpapan, Tamansari Kencana (Bandung), Tamansari Skylounge Makassar, dan villatel Tamansari Gangga II (Bali).

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi April 2017, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply