Semarak KPR Rumah Menengah Bawah

semarak-kpr-rumah-menengah-bawah

Saatnya kalangan berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah segera membeli rumah.

Mengikuti prediksi situasi global dan ekonomi nasional yang masih melempem, sampai tahun depan bisnis properti belum akan membaik signifikan. Itu terlihat dari laju penyaluran kredit termasuk KPR/KPA yang hanya sekitar 6–7%. Kendati demikian, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) menengah bawah tetap meningkat pesat selama dua tahun terakhir. Petunjuk paling terang adalah laju penyaluran kredit Bank BTN yang naik 16,92% (Januari–September 2016) dibanding periode yang sama 2015, dari Rp131,6 triliun menjadi Rp153,8 triliun.

Dari jumlah itu, 91,09% atau Rp140,104 triliun adalah kredit perumahan yang terbagi atas KPR bersubsidi (34%), KPR nonsubsidi (38,1%), pembiayaan terkait perumahan termasuk kredit konstruksi (27,9%), serta kredit komersial dan konsumer (8,91%). “Khusus kredit perumahan pertumbuhannya mencapai 18,82 persen dibanding tahun lalu,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN usai diskusi “Mempercepat Pembangunan Rumah Sederhana” yang diadakan harian Kompas dan Bank BTN di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Saat ini Bank BTN menguasai 32,8% pangsa pasar KPR dan pembiayaan perumahan secara umum. Khusus KPR bersubsidi share-nya 97%. Program Sejuta Rumah yang dilansir pemerintah sejak awal Mei 2015 berperan cukup besar terhadap laju penyaluran kredit BTN itu. “Penyaluran KPR bersubsidi di daerah-daerah meningkat cukup besar dengan adanya program itu, karena pemerintah menyediakan berbagai skema subsidi untuk mendukungnya,” jelasnya.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi Desember 2016, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply