Sekeping Kenangan di Kota Lama

Sekeping Kenangan di Kota Lama

Menikmati bangunan kolonial yang sebagian dibiarkan kusam.

Saat menyusuri lorong-lorong jalan di kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/2), imaji langsung terbawa ke suasana muram yang kerap tampil di filmfilm dengan latar belakang bangunan tua di kota-kota Eropa. Pagi itu suasana koridor Jl Tawang selebar 5-7 m yang diapit bangunanbangunan lama peninggalan kolonial itu masih sepi. Hanya sesekali suara kendaraan bermotor dari jalan lain memecah kesunyian. Kanal-kanal yang dibangun Belanda mengeliling kawasan yang pernah dijuluki miniatur Belanda (Little Netherland) itu tampak kurang terawat.

Di pertigaan Jl Tawang ada tetenger Jl Branjangan. Suasana jalan ini cukup eksotik meski hanya bisa dilalui satu mobil. Deretan gedungnya dihiasi jendela-jendela jumbo warna putih dan krem yang tampak selaras dengan dinding dan desain bangunannya. Susunan konblok yang melapisi jalan agar bisa menyerap air di kawasan yang kerap dilanda rob itu menyatu dengan arsitektur sekitar. Saat terus disusuri, ujung jalan itu bertemu Jl Letjen Suprapto, koridor jalan utama kawasan Kota Lama.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi April 2017, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply