Rumah Beranda

web-majalah-housing-estate

Desain rumah kos dengan unit-unit kamar menghadap ke beranda yang asri dan terkoneksi dengan ruang luar.

Identitas rumah kos di kawasan urban biasanya dipenuhi dengan kamar-kamar yang berdempetan, koridor antar-kamar yang kecil dan kadang tanpa pencahayaan alami. Kesan itu yang ingin diubah arsitek Sigit Kusumawijaya saat mendesain rumah kos di kawasan Cipete, Jakarta Selatan ini. “Banyak kos-kosan menjadi kurang manusiawi karena nggak ada jendela dan koridor yang terkena matahari langsung,” katanya. Bersama sang klien Indri Seska yang menyukai tanaman, ia menyepakati konsep rumah kos yang menekankan pada penghijauan, pengudaraan, dan pencahayaan alami.

Implementasinya berupa penerapan bukaan yang lebar, banyaknya lubang-lubang udara untuk ventilasi, dan skylight (jendela atas) di setiap unit kamar, serta membiarkan sinar matahari dan udara alami berlalu lalang dalam bangunan. Fasad dilapisi elemen-elemen hijau berupa tanaman dalam pot yang disusun vertikal sebagai kulit kedua bangunan. Beberapa pohon asli dipertahankan untuk menaungi rumah, bahkan ada yang ditembuskan hingga melewati bagian atap.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi Oktober 2016, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply