PP Properti, Paling Agresif dan Ekspansif

Untitled-2

Perseroan ingin menjadi perusahaan developer besar yang punya daya saing di tingkat nasional dan global.

Di antara seluruh BUMN properti, PT PP Properti Tbk (PPRO), anak perusahaan PT PP Tbk, terbilang paling agresif dan ekspansif. Begitu resmi jadi perusahaan sendiri Desember 2013, PPRO langsung menggebrak dengan melansir kawasan terpadu (mixed use development) besar Grand Kamala Lagoon (GKL/29 ha) di Bekasi, Jawa Barat, awal April 2014, disusul kawasan terpadu Grand Sungkono Lagoon (3,5 ha) Surabaya dan Gunung Putri Square (2,1 ha) Bogor, apartemen di Tanjung Duren (Jakarta Barat), serta perumahan Bukit Permata Puri (52 ha) Semarang. Semua proyek itu menelan investasi total hampir Rp20 triliun dengan Rp11 triliun di antaranya untuk GKL.

Untuk membiayai pengembangan proyekproyek besar itu, PPRO langsung go public dengan melepas 35% sahamnya Mei 2014. Kendati hanya meraih dana Rp908 miliar dari target Rp1,57 triliun karena kondisi pasar yang lesu, harga sahamnya langsung melejit menjadi Rp240/lembar saham dari harga penetapan Rp185. Saat ini harga sahamnya bahkan sudah mencapai Rp1.240/lembar yang oleh para analis dianggap sudah ketinggian.

Berbekal dana itu proyek PPRO makin berbiak dengan merilis kawasan terpadu Grand Dharmahusada Lagoon (Surabaya), The Ayoma (Serpong, Tangerang-Banten), Verdura di Sentul City (3.100 ha) Bogor, Riverview Residences di Kota Jababeka (5.600 ha) Bekasi, Jawa Barat, Payon Amartha (Semarang, Jawa Tengah) berisi antara lain avartment Amartha View, apartemen Evencio (Depok, Jawa Barat) dan Alton (Semarang), dan lain-lain. Itu belum meyebut proyek hotel dan properti komersial seperti Park Hotel dan Pekanbaru Park.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi April 2017, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply