Monumental & Fungsional

Untitled-1

Massa bangunan dibuat monumental dengan selubung fasad berpola islami, ruang dalam masjid dibagi dalam lima lantai.

Dari kejauhan sudah nampak bangunan putih keabu-abuan tinggi menjulang di sudut jalan. Sekilas bangunan lima lantai itu terlihat seperti gedung perkantoran, karena tidak ada kubah yang umum menjadi identitas bangunan masjid. Lokasi masjid bernama Daarut Tauhid (DT) itu tak jauh dari pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang sempat hangat diperbincangkan itu. Posisinya tepat di ujung pertemuan antara Jl Cipaku I dan Jl Cikajang.

Lokasi ini semula menjadi kantor sekretariat DT Jakarta sejak awal tahun 2000-an. Mulai tahun 2010 kantor itu dipindah ke seberang masjid di Jl Cipaku I No 43. Dengan visi “Menjadi Pesantren Kota Virtual yang Berlandaskan Tauhid”, DT yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, ingin memfasilitasi jamaah yang berada di Jakarta dengan pembangunan masjid sebagai sentra kegiatan.

Filosofi rumah Sunda

Proses perancangan masjid dimulai pada semester pertama 2012. Yayasan yang dipimpin Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) itu menggandeng konsultan arsitektur PT Airmas Asri (Jakarta) untuk mendesainnya. Inspirasi masjid mengambil bentuk rumah panggung khas Jawa Barat. Filosofinya, tempat ibadah diposisikan di bagian atas, sedangkan area bawahnya dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna dan parkir. Keberadaan ruang ibadah di posisi atas juga ditujukan untuk memudahkan udara keluar masuk secara bebas, sehingga suhu dalam ruangan tetap nyaman.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi Juli 2016, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.


Leave a Reply