Majalah Housing Estate Februari 2014

Cover Majalah Housing Estate Februari 2014

Pembaca terhormat,

Mengawali 2014 bangsa kita diuji. Sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam air berhari-hari. Nasib yang sama dialami berbagai wilayah di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Bahkan, di Manado dan Tomohon, Sulawesi Utara, banjirnya lebih dahsyat, memporak-porandakan sebagian permukiman dengan puluhan korban jiwa. Sementara di Sumatera Utara, erupsi Gunung Sinabung sejak empat bulan lalu hingga kini belum reda. Kami menyatakan ikut prihatin. Semoga serangkaian bencana alam itu bisa segera diatasi dampaknya dan cepat berakhir. Amien.

Selain bencana bangsa kita juga tengah bersiap mengarungi pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD bulan April, serta pemilihan presiden bulan September. Banyak developer yang memilih wait and see menunggu tahun politik itu berlalu. Sementara orang-orang yang menggairahkan pasar properti di kota-kota besar selama beberapa tahun terakhir, “memarkirkan” sementara dananya di tempat lain.

Maka, seperti prediksi sejumlah pengamat, konsumen rumah tahun ini akan lebih didominasi end user, orang yang membeli rumah karena memang butuh tempat tinggal sendiri. Mereka adalah pasangan yang baru menikah atau keluarga muda dengan 1-2 anak. Di kota-kota besar mereka ini secara umum butuh rumah 70 m2 atau kurang yang dilengkapi 2 – 3 kamar tidur, atau dua kamar tidur plus satu kamar pembantu.

Sesuai aturan Bank Indonesia (BI), sebagai rumah pertama tipe 70 m2 ke bawah yang dibeli secara kredit (KPR) depe-nya diserahkan kepada kesepakatan bank dan pengembang. Rumah yang di-KPR-kan juga boleh inden (masih berupa gambar dengan janji serah terima belakangan). Pasar rumah ini sangat besar. Karena itu banyak developer yang mengembangkannya. Inilah latar belakang kami mengangkat tema rumah tipe 70 ke bawah di Jabodetabek dalam liputan utama edisi ini. Hasil penelusuran kami ada 100 perumahan lebih yang memasarkannya.

Bagi yang mencari rumah atau apartemen di Kota Bandung (Jawa Barat) dan sekitarnya, edisi ini kami bahas pilihannya di rubrik Daerah. Ternyata peminat hunian vertikal di Kota Kembang cukup tinggi, sehingga sebagian besar apartemen yang dipasarkan tiga empat tahun terakhir sold out. Sementara untuk rumah pilihannya masih banyak dan tersebar di seantero kota. Mau di sisi utara, selatan, timur, atau barat. Range harganya sangat lebar, mulai Rp200 jutaan sampai di atas Rp3 miliar.

Kami ketengahkan juga wawancara dengan Andrian Budi Utama, Wakil Direktur Utama PT Sentul City Tbk, developer Sentul City, Sentul Selatan, Kabupaten Bogor-Jawa Barat. Arsitek lulusan Unika Parahyangan (Bandung) ini kami pilih sebagai Tamu Kita, karena perannya yang cukup menonjol dalam pembaharuan pengembangan kota baru seluas 3,100 ha itu dari resort residential menjadi city of innovation. Selain menjadi tempat tinggal seharihari 6.700 KK, kini Sentul City juga menjadi destinasi wisata dan konvensi lengkap dengan sarana akomodasinya.

Sajian kami selanjutnya banyak terkait dengan gaya hidup. Misalnya, tentang hotel budaya nan eksotik The Aie Angek Cottage milik Fadli Zon, politikus Partai Gerindra, di Jl Raya Padang Panjang, Sumatera Barat. Lalu Street Gallery Pondok Indah, pusat gaya hidup terbaru di Jakarta Selatan yang diisi banyak resto dan kafe, dilengkapi artikel tentang desain yang ditulis arsitek Gita Hastarika yang mengetengahkan catatan menarik dari World Architecture Festival yang ia hadiri di Marina Bay Sands, Singapura, Oktober 2013.

Tentu masih banyak rubrik lain yang menarik, seperti Jasa Properti, Perabot dan Aksesoris, Tren Bahan Bangunan, dan Rancang Bangun. Akhirnya, kepada pembaca yang tanggal 31 Januari 2014 merayakan Imlek 2565 Kongzili, kami ucapkan Gong Xi Fa Coi. Semoga Tuhan selalu memberkahi kita semua. Selamat membaca.



Leave a Reply