Majalah Housing Estate Edisi September 2014

Housing Estate September 2014

Pembaca terhormat,

Syukur Alhamdulillah proses pemilihan umum (pemilu) yang dimulai sejak bulan April lalu telah berakhir tanggal 21 Agustus di gedung Mahkamah Konstitusi, dengan ditolaknya seluruh gugatan pasangan calon presiden/wakil presiden Prabowo Subiyanto- Hatta Rajasa. Dengan ditolaknya gugatan itu berarti calon presiden/wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden 2014 – 2019.

Selama proses pemilu itu tidak sedikit developer yang mengeluhkan lesunya pasar properti, karena banyak calon konsumen menunda transaksi menunggu sosok presiden terpilih. “Omset penjualan kami turun sampai 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata seorang direktur perusahaan pengembang sebuah perumahan berskala kota di Jabodetabek.

Kini setelah resmi terpilih, banyak yang optimis di tangan Jokowi-JK perekonomian Indonesia akan lebih baik. Jika semester satu 2014 realisasi pertumbuhan ekonomi nasional 5,2 persen, periode yang sama tahun depan bisa melampaui target pemerintah di RAPBN sebesar 5,6 persen. Jika prediksi itu benar, sektor properti akan ikut terkerek.

Sekarang saja harga tanah perumahan di perkotaan sudah tinggi sekali, apalagi nanti. Untungnya developer juga kian kreatif merancang rumah. Kalau dulu rumah empat kamar tidur dan satu kamar pembantu (kamar 4+1) dibangun di atas kaveling minimal 10 x 20 m2, kini di lahan 7 x 12 pun bisa sehingga harga rumah dapat ditekan. Sebagian contohnya kami sajikan di Liputan Utama edisi September 2014 ini.

Yang lebih ekstrim ditunjukkan Paramount Land (700 ha) di Serpong, Tangerang (Banten), dengan melansir rumah dua kamar tidur seluas 40 m2 (dua lantai) di atas kaveling 4 x 8 m di klaster terbaru Virginia Village. Karena harga tanahnya sudah Rp10 jutaan lebih per meter persegi (m2), rumah super mungil karya GNA Architect itu dibandrol Rp600 jutaan/unit.

Saat launching 19 Agustus 2014 di Jakarta semua rumah langsung habis, menghasilkan penjualan Rp400 miliar! Kini kita tinggal menunggu wujud nyata rumah tersebut, karena semuanya dijual masih dalam ujud gambar (inden). Liputan selengkapnya bisa dibaca di rubrik Tren Properti.

Bahasan properti lain adalah kondotel karena penawarannya makin banyak, dan lokasinya sudah masuk ke kota-kota kecil yang dinilai potensial seperti Garut, Majalengka, dan Malang. Kami mengingatkan konsumen agar lebih selektif memilih karena investasi kondotel juga berisiko. Kami membahasnya di rubrik Kondotel.

Di sesi gaya hidup kami sajikan di rubrik Plaza ulasan tentang Bintaro Jaya XChange, pusat belanja baru di kota baru Bintaro Jaya (2.340 ha), Tangerang Selatan (Banten). Sedangkan di rubrik Properti Gaya kami ketengahkan Sandalwood Boutique Guest House, hotel berbintang di Bandung yang dirancang bernuansa alam pedesaan. Masih banyak rubrik gaya hidup lain yang tidak kalah menarik seperti Interior, Aksesoris, dan Hometech.

Sementara di sesi bahan bangunan kami ketengahkan aneka handel kunci bergaya klasik, warna-warni stop kontak, kloset-kloset model terbaru, dan sejumlah info bahan bangunan yang belum lama dirilis ke pasar. Selamat membaca.



Leave a Reply