Majalah Housing Estate Edisi Oktober 2016

majalah-properti-housing-estate-oktober-2016

Pembaca terhormat,
Tanggal 28 Oktober 2016 majalah HousingEstate untuk yang ke-6 kalinya memberikan anugerah Green Property Awards (GPA) 2016 kepada para developer yang kami nilai sudah berupaya mengembangkan properti dengan menerapkan sebagian dari delapan fitur pengembangan ramah lingkungan (green) yang kami tetapkan. Ada 16 proyek properti yang kami nilai memenuhi sebagian kriteria itu, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam konsep. Mencakup perumahan, gedung perkantoran, apartemen, dan pengembangan kawasan terpadu.

Tujuan kami memberikan penghargaan, untuk mendorong para developer mengembangkan properti secara bijak, dengan mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang.

Malam penganugerahan penghargaan kami laksanakan di Intercontinental Hotels Mid Plaza di Jl Jend Sudirman, Jakarta, yang dihadiri 150 undangan dari berbagai profesi: developer, arsitek, kontraktor, perbankan, dan teman-teman media. Profil singkat proyek properti penerima GPA kami sajikan di Liputan Khusus edisi ini.

Sementara untuk Liputan Utama kami mengangkat isu hangat di bidang properti tentang rencana pemerintah Jokowi mengembangkan Kota Baru Publik Maja seluas 18 ribu hektar yang membentang dari Parung Panjang–Tenjo (Bogor, Jawa Barat), Daru-Tigaraksa (Tangerang-Banten), sampai Maja (Lebak-Banten). Yang menarik, rencana pengembangan kota baru itu dikendalikan pemerintah, tidak seperti dulu yang diserahkan sepenuhnya kepada swasta.

Pemerintah akan menyiapkan master plan berikut infrastruktur pendukungnya, antara lain transportasi massal commuter line yang murah dan nyaman, jalan akses non tol sepanjang 58 km dari Pamulang hingga Maja, jalan tol Serpong-Tigaraksa-Balaraja, waduk untuk sumber air bersih, dan lain-lain. Pemerintah menargetkan pembangunan seluruh infrastruktur dasar yang diperlukan itu selesai tahun 2019. Liputan Utama itu mengambil tema “Prospek Properti di Barat Serpong”.

Untuk liputan properti yang lain, di rubrik Tren Properti kami bahas perumahan-perumahan yang berupaya meringankan konsumen dengan membebaskan aneka biaya pemblain rumah, seperti BPHTB, AJB, BBN, sampai biaya KPR, yang nilainya bisa mencapai 15–20% dari harga rumah di luar pajak. Konsumen cukup membayar uang muka ditambah biaya KPR bila pembelian dilakukan secara kredit. Bahkan, di sejumlah perumahan biaya KPR itu juga ditanggung developer.

Di luar itu tentu masih ada beberapa liputan properti yang lain, seperti tren berkantor coworking, rumah seken murah di Jakarta, dan KPR untuk para pekerja informal.

Sementara di liputan lain kami antara lain mengetengahkan tren resto di roof top atau puncak gedung bertingkat tinggi, penataan interior yang efisien dan homey di apartemen mungil, desain rumah beranda, rancang bangun rumah tumbuh dan info bahan bangunan terbaru. Semoga seluruh artikel yang kami sajikan kali ini bermanfaat bagi anda para pembaca kami tercinta. Selamat menikmati.



Leave a Reply