Majalah Housing Estate Edisi November 2015

majalah housing estate edisi november

Pembaca terhormat,

Awal Oktober lalu kami diundang PanaHome Corporation, anak perusahaan Panasonic Group, untuk melihat proyek-proyeknya di Jepang. Saat konferensi pers di kantor pusatnya di Osaka, Nobuo Takahashi, Direktur Pengembangan Bisnis Luar Negeri PanaHome, mengatakan, pihaknya mulai berinvestasi di Indonesia tahun ini.

Presiden PanaHome Yasuteni Fujii juga menyampaikan rencana ekspansi bisnis itu saat memberikan sambutan sebelum jamuan makan malam di Kawakyu Restaurant di bilangan Umeda, Osaka.

Acara berlangsung sekitar 1,5 jam. Awalnya terasa sedikit formal, tapi kemudian berlangsung santai. Orang Jepang yang selama ini dipersepsikan serius, saklak, pekerja keras, dan serba terburu-buru, pada saat-saat seperti itu ternyata suka bercanda. Lebih-lebih ketika para wartawan dengan senang hati menyambut tawaran minum sake (minuman khas Jepang) dari tuan rumah. Suasana pun makin cair.

Paling kocak Takahashi yang sudah beberapa kali ke Jakarta. Ia terkesan dengan kata “mbak” (sapaan untuk kakak perempuan di Jawa). Ia meniru pengucapannya berkali-kali dengan aksen Jepang dan mimik yang lucu, sehingga semua orang yang duduk di sekelilingnya tertawa terpingkal-pingkal.

PanaHome tergolong developer kawakan di Jepang. Berdiri sejak 1977, sampai sekarang sudah mengembangkan 450 ribu unit rumah/ apartemen. Sebanyak 360 ribu di antaranya disewakan. Hampir seluruh bahan bangunan yang dipakai di semua proyek hunian itu diproduksi sendiri, termasuk fitur-fitur rumah pintar, home appliances, furnitur, dan kitchen set-nya. Simak liputannya di rubrik Properti Luar Negeri.

Awal Oktober juga kami dikunjungi para eksekutif PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP), developer apartemen baru Wismaya Residence di Jl Mayor Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Antara lain Business Development & Production Director Yuyu Y Kasim, Corporate Secretary & Branding Custodian Iwan Nur Iswan, dan Iwan Risdianto (Divisi Pemasaran). Pengembang asal Yogyakarta itu memaparkan rencana pengembangan proyek pertama mereka di Jabodetabek itu.

Wismaya Residence akan dilintasi tol Becakayu yang membentang dari Kampung Melayu (Jakarta) sampai kawasan Ganda Agung (Bekasi Timur). Kami menulis sejumlah proyek yang bakal diuntungkan oleh jalan tol baru itu, termasuk Wismaya Residence dan Bassura City. Khusus yang terakhir, kami juga mewawancarai Budi Yanto Lusli, CEO Synthesis Development, pengembang Bassura, yang agresif mengembangkan proyek apartemen di Jakarta dalam 10 tahun terakhir. Wawancara lengkapnya kami sajikan di rubrik Tamu Kita.

Sementara Liputan Utama edisi ini mengangkat tema prospek Bogor (kabupaten dan kota) menyusul mulai atau akan dikembangkannya beberapa proyek infrastruktur dan fasilitas di wilayah itu, seperti Light Rail Transit (LRT) Cawang-Cibubur-Bogor, tol Antasari- Depok-Bogor, tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, area rekreasi Lido Lake Resort, dan Sirkuit Sentul yang akan dijadikan ajang balap MotoGP. Keberadaan infrastruktur-infrastruktur dan fasilitas besar baru yang akan menyedot kunjungan banyak orang itu diperkirakan makin menaikkan pamor Bogor.

Beberapa developer besar sudah mulai mengembangkan proyek baru berskala besar di Bogor, seperti Agung Podomoro Group dan Summarecon Agung. Sementara developer yang sudah lebih dulu ada seperti Sentul City, makin mengintesifkan pengembangan fasilitasnya, dengan misalnya mengajak AEON (Jepang) membangun mall di kawasannya. Masih banyak rubrik menarik lain yang bisa anda baca, seperti Rumah Pesohor yang menampilkan istana Nikita Willy, artis sinetron paling laku dan konon juga paling mahal honornya saat ini. Selamat membaca.



Leave a Reply