Majalah Housing Estate Edisi November 2014

Majalah Properti HousingEstate Edisi November 2014

Pembaca terhormat,

Tanggal 16 Oktober lalu kami menyelenggarakan dua acara pemberian penghargaan (awarding) di Financial Hall, Graha Niaga, Jl Jend. Sudirman, Jakarta. Penghargaan pertama kami berikan kepada para pemenang Lomba Desain Rumah 2014 hasil kerjasama dengan PT Belaputera Intiland, developer perumahan Kota Baru Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.

Penghargaan kedua “Bahan Bangunan Favorit Developer 2014” kami sampaikan kepada para produsen bahan bangunan yang produknya paling banyak dipakai developer perumahan menengah dan menengah atas di Jabodetabek. Tropi penghargaan diserahkan Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu II MS Hidayat. Pemaparan selengkapnya tentang kedua penghargaan itu dapat Anda simak di Liputan Khusus.

Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak MS Hidayat yang telah memenuhi undangan kami. Begitu juga kepada manajemen PT Belaputera Intiland, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang sangat baik itu.

Masih terkait dengan desain dan bahan bangunan, awal bulan lalu redaktur kami Halimatussadiyah mendapat undangan dari AkzoNobel, produsen cat merek Dulux, untuk menghadiri World Architecture Festival (WAF) 2014 di Singapura atas prestasinya memenangkan lomba penulisan bertema kota humanis yang diselenggarakan produsen bahan pelapis (coating) asal Belanda itu. Sejauh mana perkembangan arsitektur dunia pada fesival tersebut, bisa Anda baca di rubrik Urban dan Desain.

Di tempat yang sama AkzoNobel sebagai sponsor WAF juga melakukan acara launching tren warna 2015. Sejumlah warna yang mencerminkan rasa optimis diyakini akan diminati konsumen tahun depan. Tren warna versi AkzoNobel itu selengkapnya kami ulas di rubrik Inspirasi.

Untuk Liputan Utama kami mengangkat tema proyek-proyek yang laris di tengah melempemnya pasar properti Tanah Air tahun ini. Proyek-proyek yang tergolong laris itu tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di beberapa kota besar lain seperti Bandung, Batam, dan Makassar. Kenapa proyek-proyek itu tetap laris? Kami mencoba mengulasnya secara rinci dengan mengambil sampel sebanyak-banyaknya, supaya bisa menjadi panduan calon konsumen yang akan membeli rumah atau apartemen, sekaligus bahan telaah bagi stake holder seperti developer, produsen bahan bangunan, pengamat, dan akedemisi.

Artikel properti kami lainnya adalah tren developer asing masuk ke Indonesia. Belakangan seiring dengan makin dekatnya jadwal pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), makin banyak developer asing yang mengembangkan proyek di Indonesia, bermitra dengan developr lokal. Apa untungnya bagi konsumen, kami menulisnya di rubrik Tren Properti.

Tentu masih banyak artikel-artikel lain yang menarik dibaca. Seperti Homeloan yang membedah KPR pindahan, toko kaca modern dan resto Black House yang menawarkan desain ruang tujuh tema di Kebayoran Baru, sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan meneruskan program pembangunan 1000 tower rumah susun, rubrik Rancang Bangun yang membahas rumah tiga kamar tanpa pagar, dan lain-lain. Selamat membaca.



Leave a Reply