Majalah Housing Estate Edisi Maret 2016

Pembaca terhormat,

PT Estate Indonesia, penerbit majalah HousingEstate, tanggal 9 Februari lalu mendapatkan penghargaan khusus dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) atas kepatuhannya mengirimkan copy majalah sejak terbit pertama kali tanggal 1 September 2004 hingga sekarang tanpa jeda. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih kepada Joko Yuwono, Pemimpin Umum Majalah HousingEstate, di Hotel Golden Palace, Jl Sriwijaya, Lombok, di sela-sela rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional 2016 yang dipusatkan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat itu. Menurut Sri, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kepada para penerbit yang taat menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR), baik itu penerbit/pengusaha dalam negeri maupun luar negeri.

Undang-Undang ini sebetulnya sangat menguntungkan penerbit, karena hasil karyanya kami dokumentasikan gratis. Mereka tidak perlu menyediakan space, IT pendukung, dan suatu saat jika membutuhkan dokumentasi, tinggal menghubungi Perpustakaan Nasional,” katanya saat melakukan sosialisasi kepada seluruh insan pers yang hadir pada acara itu.

Jadi, seluruh majalah HousingEstate yang diterbitkan dan didokumentasikan Perpustakaan Nasional bisa diakses orang yang telah menjadi anggota lembaga tersebut, termasuk generasi mendatang. Mudah-mudahan banyak manfaatnya.

Pembaca, pada edisi ke-139 Maret 2016 ini kami mengangkat tema pilihan rumah Rp500 juta lebih dan kurang di Liputan Utama. Rumah-rumah ini banyak diminati kaum menengah karena harganya cukup terjangkau oleh mereka, desain dan kualitas bangunannya sudah memenuhi aspirasi mereka, dilengkapi sedikitnya dua kamar tidur, satu kamar mandi, carport untuk satu mobil, dikembangkan dalam klaster-klaster tertutup, dan lokasinya relatif mudah dijangkau dari tempat mereka beraktifitas.

Di megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), rumah-rumah itu banyak dikembangkan di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di luar Jabodetabek di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, dan Makassar. Rumah-rumah Rp500 jutaan itu tidak hanya dikembangkan di perumahan-perumahan berskala kecil dan sedang, ada juga di perumahan berskala kota dengan fasilitas lengkap seperti CitraRaya (2.800 ha), Tangerang (Banten), dan Kota Harapan Indah (2.000 ha), Bekasi (Jawa Barat). Sementara di kota baru lain seperti BSD City (6.000 ha) dan Paramount Land (700 ha) di Serpong, Tangerang, harganya sudah di atas Rp1 miliar dan Rp700 juta per unit.

Pilihan hunian terjangkau lain kami ketengahkan di Liputan Khusus tentang apartemen di bawah Rp500 juta. Alternatifnya banyak dan lokasinya rata-rata memiliki prospek yang cukup baik. Jadi selain dihuni sendiri, beli untuk disewakan pun oke. Alternatif investasi lain, rumah seken (sudah jadi) dan karena itu mudah mendapat KPR dari bank. Simak ulasan tentang investasi properti ini di rubrik Tips. Tentang KPR selain kami ulas panjang lebar di rubrik Homeloan, kami tampilkan juga wawancara dengan Suryani Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN di rubrik Tamu Kita.

Di sesi Gaya Hidup kami ketengahkan artikel tentang hotel desain di Properti Gaya, Rumah Developer Gadiza Fauzi, mantan presenter Metro TV yang kini aktif sebagai pengembang properti, Rumah Pembaca pasangan keluarga muda Saptianta Aribawa Sabaris di bilangan Petukangan, Jakarta Barat, apartemen yang ditata bergaya modern etnisk di rubrik Interior, dam aneka desain sofa mungil yang cocok untuk mengisi rumah mungil di rubrik Perabot. Di luar itu rubrik menarik lain adalah Info Bahan Bangunan, Rancang Bangun, Perkakas, dan Info Produk. Selamat membaca.



Leave a Reply