Majalah Housing Estate Edisi Maret 2015

Majalah Properti Housing Estate Maret 2015

Pembaca terhormat,

Awal Februari lalu Redaksi kedatangan tamu utusan sebuah perusahaan asal Jepang yang antara lain memproduksi pintu dan lantai kayu. Mereka berniat masuk ke Indonesia. Tujuan mereka ke kantor kami, mendapatkan gambaran perkembangan bisnis properti di Indonesia dan mencari informasi berbagai proyek properti yang sedang dipasarkan. Tamu asal Jepang itu bukan yang pertama. Tahun lalu kami juga kedatangan tamu dari Negeri Sakura itu, juga untuk tujuan serupa. Tapi waktu itu yang datang utusan sebuah perusahaan penerbitan yang antara lain menerbitkan media properti terkemuka di Tokyo.

Pertumbuhan bisnis properti di Indonesia yang demikian pesat dalam lima tahun terakhir, memang telah banyak memikat investor dari luar negeri, khususnya produsen bahan bangunan dan home appliance. Sementara investor dari dalam negeri (yang baru) lebih banyak memilih menjadi developer. Sebagian langsung mengembangkan proyek-proyek besar atau high rise, sebagian lagi menggarap proyek-proyek kecil, real esate mini. Yang terakhir ini paling banyak jumlahnya. Karena itu penawaran real estate berskala kecil itu makin ramai, bukan hanya di Jakarta tapi juga di wilayah sekitarnya, terutama di Depok dan Tangerang Selatan yang berbatasan dengan Jakarta Selatan, serta sebagian Bekasi terutama di jalur tol JORR Taman Mini–Cikunir. Karena itu kami mengangkatnya menjadi liputan utama edisi Maret 2015.

Apa keunggulan yang ditawarkan real estate-real estate mini itu? Benarkah harga rumahnya lebih murah dibanding rumah sekelas di real estate besar? Apa konsekwensinya jika tinggal di mini real estate? Kami mengulasnya secara detil lengkap dengan testimoni sejumlah developer dan konsumennya. Kebanyakan mini real estate itu memasarkan rumah indent (masih berupa gambar dengan janji serah terima sekian bulan kemudian), beberapa menjual rumah siap huni (ready stock).

Tapi, bagi yang butuh rumah mendesak, pilihan rumah jadi itu tersedia di banyak perumahan, besar dan kecil, kendati jumlahnya di tiap perumahan juga tidak banyak. Kami menulisnya di rubrik Pasar Properti. Pilihannya beragam, mulai dari tipe kecil seharga ratusan juta rupiah hingga tipe besar di atas Rp5 miliar. Di luar itu kami ketengahkan juga pilihan rumah siap huni (seken) di perumahan berskala kota Summarecon Serpong dan Paramound Land di Serpong, Kabupaten Tangerang-Banetn, di rubrik Rumah Seken.

Sedangkan bagi yang ingin tinggal atau berinvestasi di apartemen, kami sajikan pilihan hunian vertikal dengan harga terjangkau di sejumlah apartemen di Jabodetabek di rubrik Apartemen.

Di sesi gaya hidup kami angkat showroom dapur modern produksi Perancis, De Dietrich, yang belum lama dibuka di Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan. Kami juga ketengahkan cara baru menikmati lukisan yang ditawarkan Begawan Properti Indonesia Ciputra melalui Ciputra Artpreneur di Ciputra World I, Jl Prof Dr Satrio, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Kedua properti gaya itu terangkum dalam rubrik Properti Gaya.

Di rubrik Rumah Pembaca kami tampilkan rumah fashion bloger Diana Rikasari di Kemang Pratama, Bekasi-Jawa Barat, yang banyak menggunakan warna-warna berani yang kami yakini dapat menginspirasi para pembaca. Sementara bagi yang akan membangun atau melakukan renovasi rumah, jangan lewatkan rubrik Tren Bahan Bangunan yang memaparkan aplikasi padu-padan warna secara mudah melalui smart phone, dan aneka pilihan keramik yang cocok dipasang di luar ruang. Tentu masih banyak rubrik-rubrik lain yang tidak kalah menarik, seperti Desain, Rancang Bangun, Info Produk, dan lain-lain. Selamat membaca



Leave a Reply