Majalah Housing Estate Edisi Agustus 2016

majalah-properti-housing-estate-agustus-2016

Pembaca budiman,

Atas nama manajemen dan karyawan PT Estate Indonesia, penebit majalah HousingEstate dan pengelola portal properti www. housing-estate.com, mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaaf lahir dan batin. Usai lebaran kami langsung menyiapkan edisi Agustus 2016. Meskipun sudah kami antisipasi sejak dua bulan lalu, kenyataannya para narasumber sudah sulit dihubungi sejak H-10 sampai H+10 Lebaran, sehingga untuk artikel-artikel tertentu, wawancara narasumber baru bisa dilakukan tanggal 18 Juli, sangat dekat dengan batas akhir pengerjaan majalah tanggal 23 setiap bulan. Syukur alhamdulillah dengan kerja yang kompak, kami tetap bisa memenuhi tenggat itu.

Untuk Liputan Utama, pada edisi Agustus ini kami mengangkat tema penawaran pola bayar tunai bertahap jangka panjang: 36, 48, 60, 72, bahkan sampai 84–180 bulan. Kami tertarik mengulasnya karena makin ke sini developer yang menawarkannya kian banyak. Kami ingin mengajak pembaca untuk mencermati untung dan ruginya agar tidak dirugikan di kemudian hari.

Di rubrik Tren Properti kami ketengahkan beberapa tema. Salah satunya pemaparan proyek-proyek baru yang dilansir pertengahan tahun monyet api ini. Sebagian merupakan klaster baru, tapi ada juga yang berupa perumahan, apartemen, dan mixed use baru. Tema kami lainnya adalah tren penggunaan internet di sejumlah perumahan dan apartemen untuk keamanan, hiburan, dan bisnis. Tren ini tidak hanya di perumahan-perumahan skala menengah dan besar, juga di perumahan kecil. Yang menarik, harga jualnya tidak berbeda dengan perumahan-perumahan lain yang tidak menerapkan konsep itu.

Masih di rubrik Tren Properti kami juga mengupas tren rumah dua lantai yang ukurannya makin mini. Dulu Anda pasti tidak pernah membayangkan ada penawaran rumah tipe 36 dan tipe 48 dengan bangunan dua lantai. Tapi sejalan dengan kian mahalnya harga tanah, developer menawarkannya. Yang pertama kali melansir Paramount Land, Serpong, Tangerang-Banten. Sekarang follower-nya makin banyak karena ternyata masyarakat juga menerimanya.

Di rubrik Rumah Seken kami mengangkat topik penawaran rumah seken di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang sekarang harganya lagi jatuh. Sebagai gambaran, rumah yang dulu harga tanahnya Rp50 juta/m2, sekarang bisa dibeli Rp35 juta/m2. Sangat menarik, bukan? Lalu di rubrik Homeloan, kami mengajak pembaca memprioritaskan membeli rumah ketimbang mobil atau tuntutan gaya hidup lain, dengan cara mendisiplinkan diri menabung untuk uang muka pembelian rumah. Sejumlah bank kini memiliki produk tabungan uang muka rumah.

Di sesi gaya hidup kami juga menyajikan banyak rubrik. Dalam Properti Gaya misalnya, kami tulis profil Nihiwatu Resort di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yang baru saja dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia. Masih terkait dengan pariwisata, di rubrik yang sama kami sajikan gedung bersejarah OLVEH (Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp) van 1879 di bilangan Kota Tua, Jakarta, yang direvitalisasi dan bisa dimanfaatkan untuk menggelar pameran, seminar, launching produk, pesta ulang tahun, pesta pernikahan, dan lain-lain.

Bagi yang baru membeli rumah, kalau masih bingung mengisi perabotannya karena bujet terbatas, kami ulas tips praktis mengisi rumah baru di rubrik Inspirasi. Sementara bagi yang ingin mengubah suasana rumah, kami tulis sejumlah pilihan cat dekoratif terbaru. Di luar itu masih banyak rubrik lain yang menarik seperti Tamu Kita yang mengangkat profil bos Mustika Group Andrian Sudjana yang sudah men-develop 30 ribu rumah untuk kaum menengah bawah di sekitar Jakarta. Selamat membaca.



Leave a Reply