BUMN Non Konstruksi, Menyicip Gurihnya Bisnis Properti

Untitled-2

Proyeknya properti komersial atau residensial kelas menengah.

Setelah anak-anak perusahaan BUMN karya, kini menyusul anak-anak perusahaan BUMN non konstruksi masuk ke bisnis properti. Mulai dari PT Timah Karya Persada Properti (PT Timah Tbk), PT Jasa Marga Properti (PT Jasa Marga Tbk), PT Pos Properti Indonesia (PT Pos Indonesia), PT Kereta Api Properti Manajemen (PT Kereta Api Indonesia), PT Pelindo Properti Indonesia (PT Pelindo III), PT Peruri Properti (Perum Peruri), PT Angkasa Pura Properti (PT Angkasa Pura I), sampai PT PP Pracetak (PT PP Tbk). Mereka mengembangkan aset-aset tanah milik induknya, sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain.

“Pola kerjasamanya bagi hasil, bukan BOT (buildoperate- transfer), sebab kalau BOT kami cuma dapat ampasnya,” kata Handriani Tjatur Setijowati, Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia. Aset tanah BUMNBUMN itu itu beraneka luasannya, tersebar di berbagai kota dan lokasi, dengan kondisi lahan beragam. Aset properti PT Pos Indonesia misalnya, ada di lebih dari 2.000 titik di seluruh Indonesia dengan luasan 5.000– 10.000 m2. Sementara aset Jasa Marga Properti kebanyakan ada di sekitar jalan tol yang dibangun induknya berupa rest area, dan beberapa aset di sekitar pintu tol yang sudah beroperasi. Total nilai asetnya Rp1,3 triliun.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi April 2017, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply