Bill Cheng: Kami Menawarkan Kualitas yang Lebih Bagus

bill-cheng-kami-menawarkan-kualitas-yang-lebih-bagus

Dulu hanya satu dua pengembang asing yang masuk ke Indonesia, seperti dari Jepang dan Singapura, dengan jumlah proyek masih hitungan jari sebelah tangan. Tapi 5–6 tahun tahun terakhir puluhan proyek dikembangkan developer asing, terbanyak di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), tidak hanya dari Jepang dan Singapura, tapi juga Korea, China, Hongkong, Malaysia, dan Australia. Kebanyakan mengembangkan apartemen, ditambah mall, perumahan tapak, dan gedung perkantoran, dengan target pasar kaum menengah atas.

Skala dan nilai proyek juga serba besar. Dua menara apartemen Branz Simatupang dari Tokyu Land di Jakarta Selatan investasinya lebih dari Rp1 triliun. Luas perumahan mewah Nava Park dari Hongkong Land di kota baru BSD City (6.000 ha) Serpong, Tangerang Selatan-Banten, mencapai 67 ha. Sementara superblok Daan Mogot City dari PT China Harbour Jakarta Real Estate Development (China) di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, luasnya 16 ha.

Kenapa para developer asing itu bersemangat masuk ke Indonesia? Halimatussadiyah, Yoenazh Khairul Azhar, dan fotografer Susilo Waluyo, berbincang dengan Bill Cheng (37), Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development (BMD). Melalui BMD, pria muda asal Singapura ini melansir apartemen menengah atas The Lana di areal kota baru Alam Sutera (1,000 ha) Serpong melalui PT Brewin Mesa Sutera, perusahaan investasi patungan Brewin Mesa Pte Ltd dan Shenning Emerging Asia Real Estate Fund (keduanya dari Singapura), Oktober lalu.

 

Baca selengkapnya di Majalah HousingEstate Edisi Desember 2016, dapatkan di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce & Scoop.


Leave a Reply